Hot NewS



Arab-Israeli critically wounded from IDF fire

Reserve troops who set up surprise roadblock in order to check vehicles notice driver speeding towards them, fire at him under assumption he was trying to break through roadblock. Man sustains head wounds, taken to Hadassah Ein Kerem hospital in Jerusalem

An Arab-Israeli citizen was critically wounded Thursday night after the IDF fired at his car at a roadblock near Hebron. The injured man was taken to the Hadassah Ein Kerem Medical Center in Jerusalem. The IDF has launched an inquiry into the incident.

The man, driving on Route 60, encountered a surprise roadblock set up by reserves troops in order to check suspicious vehicles. For an unclear reason, the soldiers thought the driver was trying to break through the roadblock and fired at him. He sustained head wounds and was taken to the Hadassah Ein Kerem Medical Center on an IDF intensive care vehicle.

The Etzion Brigade's deputy commander later arrived at the scene and began probing the incident. The IDF is looking into a possibility that the driver did not notice the improvised roadblock and as a result speeded towards it, which aroused the soldiers' suspicion. The other possibility is that the driver intentionally tried to target the troops.

Military sources said that the IDF is on high alert following Wednesday's shooting incident near Mevo Dotan.

An Islamic Jihad militant began firing at a Nahal Haredi post prompting the soldiers to fire back. He was killed as a result. Security elements said that the militant has been arrested twice in the past few years over his involvement in terrorist activity.



Turkmen leader says open to rival political parties

President Kurbanguly Berdymukhamedov, who leads the only political party in Turkmenistan, said he was open to the creation of opposition parties in the former gas-rich Soviet republic. He made a similar speech almost a year ago.

Any new parties would be unlikely to threaten the dominance of the ruling Democratic Party in the reclusive Central Asian country, which sits on the world's fourth-largest natural gas reserves. Criticism of the president is taboo and no public figure would risk opposing state policies. (Reuters)


Bin Laden threatens France in new message

The Arabic news station al Jazeera has reported that al Qaeda leader Osama bin Laden has issued a new message calling for the withdrawal of French troops from Afghanistan.

In a report Friday, the station said bin Laden called on French President Nicolas Sarkozy to withdraw its troops from "our countries," adding that that its role would cost the French "inside France and outside." (AP)


Partai Kanan Perancis Ingin Ubah Citra 

 
KOMPAS.com - Front Nasional (FN) memang tampil sebagai partai ultranasionalis alias partai kanan Perancis. Di masa kepemimpinan pendirinya, Jean-Marie Le Pen, partai ini terkenal dengan kebijakannya yang cenderung anti-Islam dan anti-asing.
Nah, ada kabar baik dari suksesor Jean-Marie yakni Marine Le Pen. Perempuan yang juga anak kandung Jean-Marie ini bakal membawa FN masuk dalam arus utama kehidupan politik Perancis. "Saya akan mengubah citra partai juga," kata Marine yang sukses menumbangkan pesaingnya Bruno Gollnisch dalam pemilihan pemimpin baru FN sebagaimana warta AFP pada Sabtu (15/1/2011).
Jean-Marie Le Pen mengundurkan diri setelah memimpin partai itu selama hampir 40 tahun. Pengumuman resmi terpilihnya Marine Le Pen, sebetulnya, baru akan disampaikan Minggu.
Dalam kongres di kota Tours di Perancis tengah, Marine Le Pen yang berusia 42 tahun mendapat dukungan dari ayahnya. Marine meraih dua per tiga total suara pada pemilihan tersebut.
Beberapa waktu lalu, pada pemilihan presiden 2002, Jean-Marie Le Pen membuat kejutan besar dengan meraih suara terbanyak kedua di bawah Jacques Chirac dan mengalahkan calon-calon yang lebih mapan. Le Pen baru kalah dari Chirac dalam putaran kedua. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini memperkirakan bahwa FN bisa menempati urutan ketiga dalam pemilihan presiden 2012.



Israel Bangun 1.400 Rumah, Singkirkan Warga Palestina

 
REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM-- Satu proyek konstruksi baru yang akan membangun 1.400 rumah diizinkan di lokasi permukiman Jerusalem timur yang diduduki Israel, demikian kata radio militer Israel, Ahad.
Rumah-rumah itu akan dibangun di permukiman Gilo, dekat Bethlehem dan diperkirakan akan diizinkan oleh komsisi perencanaan distrik dalam beberapa hari ke depan, kata laporan itu.

Berbicara di radio itu, para anggota dewan kota tersebut mengkonfirmasikan proyek itu, yang dikecam oleh kelompok sayap kiri tetapi didukung kelompok kanan.

"Tidak diragukan satu persetujuan bagi konstruksi-konstruksi ini akan merupakan satu pukulan telak bagi proses perdamaian dengan Palestina," kata anggota dewan kota itu, Meir Margalit, dari partai Meretz yang berhaluan kiri.

Perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina mengalami jalan buntu karena masalah permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem timur.

Palestina menolak berunding dengan Israel karena negara itu membangun rumah di tanah yang
mereka ingin jadikan wilayah negara mereka kelak, tetapi Israel bersikeras melanjutkan pembangunan permukiman itu.

Pada Maret 2010, Kementerian Dalam Negeri Israel mengumumkan rencana untuk membangun 1.600 rumah di Ramat Shlomo, lingkungan tempat tinggal Yahudi Ortodoks di Jerusalem timur.
Israel menduduki Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian menganeksasinya dalam satu tindakan yang dikecam dan tidak pernah diakui internasional. Negara Yahudi itu menganggap seluruh Jerusalem sebagai ibu kotanya " yang tidak dapat dibagi dua."

Palestina menganggap Jerusalem timur sebagai ibu kota negara mereka kelak dan menentang keras setiap suaha untuk memperluas kekuasaan Israel atas daerah itu. Sejak tahun 1967, Israel telah membangun beberapa permukiman Yahudi d bagian timur Jerusalem, dengan Gilo termasuk yang pertama dibangun.

Yahoo..com, Tunis: Kedutaan Besar Republik Indonesia Tunis dan Kedutaan Besar Korea Selatan di Tunis, Tunisia, bekerja sama mengevakuasi warga kedua negara menyusul krisis politik dan keamanan di negara itu. "Dalam beberapa hari belakangan ini KBRI berkoordinasi dengan Kedubes Korsel untuk bersama-sama mengevakuasi warga bila situasi keamanan semakin memburuk," kata Duta Besar RI untuk Tunisia Muhammad Ibnu Said, di Tunis, Ahad (16/1).

Korsel sengaja memilih Indonesia untuk kerja sama evakuasi warga karena KBRI adalah satu-satunya perwakilan ASEAN di negara Arab di ujung utara benua Afrika itu. Kerja sama tersebut meliputi mencarter pesawat atau kapal laut untuk menyelamatkan warganya ke luar negeri.

Menurut rencana, bila kondisi keamanan Tunisia memburuk, KBRI memilih warga negara Indonesia untuk dievakuasi ke Italia. Pengangkutan ke Italia lebih mudah karena ada dua jalur, yakni lewat udara dan bisa lewat jalur laut, merujuk letak geografis Tunisia berseberangan dengan Italia yang terpisahkan Laut Mediterania. "Italia adalah pilihan terbaik. Karena di negara itu ada dua KBRI di Roma dan di Vatikan, sehingga bisa leluasa menampung evakuasi WNI," cetus Ibnu.

Read More..

1 comment:

  1. berita diatas adalah berita langsung dari media yang saya publikasikan lagi, tanpa di rubah sedikit pun agar keoriginalan data dan berita tersebut tetap terjamin tidak banyak pandangan yang semakin memperburuk pemahaman pembaca

    ReplyDelete

silahkan anda berkomentar namun dengan tidak melakukan spam